21 Nov 2017

Telkom University Terima Hibah Akreditasi Internasional

Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan, memberikan dukungan kepada Telkom University untuk penguatan kualitas pendidikan yang disediakan, salah satunya dengan memberikan bantuan dana akreditasi internasional. Dalam hal ini secara khusus untuk prodi Teknik Telekomunikasi dari Fakultas Teknik Elektro (FTE) dan Teknik Industri dari Fakultas Rekayasa Industri (FRI), hibah dimaksudkan untuk peroleh akreditasi dari Indonesian Acreditation Board from Engineering Education (IABEE).

Penandatanganan kontrak penerimaan bantuan hibah dilaksanakan di Simple Meeting Room, Harris Hotel bilangan Sudirman, Jakarta. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Telkom University Ir. Nelson Rikardo Pasaribu, Kaprodi Teknik Telekomunikasi Dr. Levy Olivia, dan sekprodi TI Teddy Syafrizal.

“Kami berterimakasih atas bantuan hibah ini, tentu ini menjadi penyemangat kami untuk menyediakan pendidikan engineering yang sesuai dengan kebutihan masyarakat” terang Wakil Rektor 2 Nelson Rukardo Parasibu di Jakarta.

Lebih lanjut ia menambahkan, sebagai penerima pertama di wilayah Kopertis IV yang melingkupi Jawa Barat dan Banten, Nelson berharap memicu universitas lain untuk turut serta tumbuh, menguatkan pendidikan Indonesia yang lebih baik “Ini memotivasi untuk (Universitas) yang lain, juga sebagai evaluasi diri untuk kami, agar terus sadar kemajuan” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Telkom University sudah mulai fokus pada implementasi pendidikan tinggi bekelas dunia, selain posisi riset internasional yang terus tumbuh, Telkom University pun berhasil meraih bintang 5 dari QS Stars, sementara pengakuan dalam negeri didapat dengan peringkat A akreditasi institusi.

Dirjen Kelembagaan Dikti yg diwakili oleh Kasubdit Evaluasi Penilaian Kinerja Perguruan Tinggi Nining Setyawati dalam paparannya menyampaikan, penguatan kualitas pendidikan nasional adalah prioritas, hal ini terkait dengan wacana pemerintah untuk membuka akses perguruan tinggi asing berdiri di Indonesia.

“Universitas di Indonesia harus terus meningkatkan kualitas, jangan sampai nanti perguruan tinggi asing datang, kita tidak siap” tegasnya.

Sementara itu, International Affair IABEE Profesor Romli berpesan, penerima hibah harus siap untuk memastikan kualitas pendidikan sesuai keinginan masyarakat, industri dan stakeholder relevan.

“Penerima hibah harus siap hadapi kualitas pendidikan setara negara lain, terlebih syarat menerima hibah ini setidaknya telah menerapkan sistem pendidikan berbasis luaran, dan wajib terakreditasi nasional A” tegasnya.

Hibah ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan profesional di Telkom University, untuk menjamin kesiapan prodi dalam menyediakan pendidikan berbasis luaran potensial (outcome base). Selain Telkom university, universitas yang lebih dulu menerima hibah yang sama, adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Surabaya (UBAYA) dan Instutut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.