11 Aug 2015

Dosen D3 Manajemen Informatika Latih Warga Citeureup Aplikasi Perkantoran

BANDUNG, TEL-U – Lima orang dosen dari prodi D3 Manajemen Informatika mengajak masyarakat Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot untuk mengikuti pelatihan komputer dan aplikasi perkantoran. Pelatihan ini ditujukan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sekitar kawasan pendidikan Telkom yang berlangsung di kampus Fakultas Ilmu Terapan (FIT) pada (7-8/8).

Tim dosen diketuai oleh Wawa Wikusna, S.T., M.Kom dan beranggotakan Wardani Muhamda, S.T., M.T., Dahliar Ananda, S.T., M.T., Heru Nugroho, S.Si., M.T., dan Hanung Nindito Prasetyo, S.Si., M.T.

Menurut Wawa Wikusna, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dosen D3 Majemen Informatika kepada masyarakat, khususnya bagi staf atau pegawai kantor desa dan staf kelembagaan Desa Citureup dalam pelaksaan kegiatan perkantoran.

“Tuntutan pekerjaan mengharuskan pegawai memiliki kemapuan dalam menggunakan perangkat pendukung kerja seperti komputer, sehingga dengan pelatihan ini dapat menambah kempuan para pegawai dalam penggunaan perangkat tersebut,” tutur Wawa.

Berdasarkan hasil riset, kata Wawa, saat ini 70 persen staf pegawai pegawai kantor desa dan staf kelembagaan Desa Citeureup belum mampu menggunakan komputer dan aplikasinya. “Sehingga membuat surat menyurat sebagian besar masih menggunakan mesin tik manual”, ujar Wawa.

Pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan aplikasi perkantoran, seperti pengoperasian komputer dan penggunaan Microsoft Word untuk pembuatan surat menyurat. Dari pelatihan ini diharapkan pegawai dapat membuat surat menyurat menjadi lebih rapih dan cepat.

Kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya dalam kegiatan pelatihan pengoperasian komputer, namun terdapat pelatihan assembly dan pemasaran accessories wanita melalui e-commers. Peserta diberikan pelatihan mengenai pembuatan aksesoris wanita, dan kemudian cara pemasaran melalui media online.

“Peserta diberikan alat dan bahan yang sudah panitia siapkan, kemudian peserta mulai membuat aksesoris dipandu oleh panitia, aksesoris tersebut seperti bros. Setelah produk jadi, peserta diberikan pengenalan bagaimana cara pemasaran melalui media online”, ujar Wawa. (purel/radit)

Previous Article Next Article

Leave a Reply