04 Nov 2013

Lab UC Kembangkan Data Center Sistem Monitoring Armada berbasis Platform OpenMTC

BANDUNG TEL-U – Distribusi adalah salah satu proses penting bagi perusahaan produksi untuk mengirimkan produk kepada pelanggan. Disamping distribusi, proses pengawasan distribusi barang juga tidak kalah pentingnya. Faktor infrastruktur jalan raya dan tingginya traffic pengguna jalan menyebabkan masalah ketidakpastian waktu kirim semakin meningkat.

Satu kendala yang dihadapi perusahaan adalah kurangnya pengawasan operasional armada yang menyebabkan berbagai masalah pengiriman barang terjadi, seperti barang tidak sampai tepat waktu atau barang sampai dalam kondisi rusak. Diperlukan integrasi informasi pada data centre yang akan memudahkan manajemen dalam mengawasi operasional armada. Integrasi informasi pengelolaan armada inilah yang kini dikembangkan di laboratorium Unified Communication (UC) Telkom University.

“Lab UC kini tengah mengembangkan data center untuk monitoring armada agar dapat diakses dengan mudah melalui perangkat mobile. Implementasi sistem menggunakan Platform OpenMTC yaitu platform untuk Machine to Machine communication. Dengan platform ini aspek skalabilitas dapat ditangani” papar Dr. Maman Abdurohman, Kepala Lab. Unified Communication Telkom University.

Lanjutnya, pengendalian armada dapat dilakukan dengan memanfaatkan sinyal Geo Positioning System (GPS) sebagai input posisi kendaraan dan waktu, sensor suhu untuk mengukur suhu dalam kabin dan switch untuk sensor pintu. Implementasi dilakukan dengan menggunakan perangkat FPGA yang didalamnya terdapat softprocessor ARM dan Sistem operasi MicroC OS II. Monitoring armada dimulai dari penentuan posisi, informasi suhu dalam kabin serta sensor-sensor lainnya kemudian mengirimkannya ke Data Center server.

Pada sisi server proses penerimaan data dan pengiriman sinyal kendali menggunakan platform OpenMTC. Salah satu kendala yang dihadapi dalam poses pengiriman data dari armada ke server adalah area yang layanan komunikasinya kurang bagus menyebabkan kesulitan dalam pengiriman informasi. Penanggulangannya adalah dengan menyimpan sementara informasi tersebut dalam buffer memory untuk dikirim kemudian setelah mendapatkan service yang bagus.
“Dengan adanya OpenMTC sebagai platform M2M diharapkan dapat mengefesienkan proses komunikasi antara mesin dengan mesin. Sistem dirancang transparan terhadap berbagai tipe sensor dan aktuator sehingga dapat sesuai untuk berbagai kasus,” tutur Maman.

Ia menjelaskan, aplikasi data center ini dapat diakses melalui berbagai sistem operasi seperti iOS, android dan Win OS. Monitoring sistem ini dapat dikembangkan untuk proses pengawasan dan pengendalian perangkat lain dari jarak jauh, seperti BTS monitoring system atau home monitoring. “Sensor dan aktuatornya boleh apa saja.
Intinya, pengaturan sistem bisa dikendalikan jarak jauh sehingga lebih efisien, otomatis dan ekonomis,” kata Maman. Untuk mengembangkan penelitian ini, lab UC menggaet mitra industri PT Charoen Pokphand Indonesia.

Tepatnya pada 21 – 24 Oktober 2013, Maman mempublikasikan penelitian ini di Internasional Confrerence IEEE LCN 2013 di Sydney dengan judul “Mobile Tracking System on OpenMTC Platform”. Konferensi dihadiri oleh kalangan perguruan tinggi dan industri. Di antaranya NEC corp Jepang, Lucent Tech. Corp. Belgia. Fraunhofer FOKUS, Jerman, SISCO Australia, Telecognix Corp. Jepang, UNSW Australia, National Institute of Informatics Jepang, UIBK Austria, UWS Australia, Kagoshima University of Jepang, dan University of of Alberta Canada.- KOMPRO TEL-U

Previous Article Next Article

Leave a Reply