24 Nov 2014

Lewat Voulenteer Act!, Mahasiswa Tel-U Perkenalkan Budaya Indonesia

BANDUNG, TEL – U – Pengabdian masyarakat adalah salah satu nilai yang diusung dalam Tri Dharma perguruan tinggi. Pada praktiknya, tidak hanya di lingkup sekitar kampus saja, kegiatan pengabdian masyarakat juga bisa dilakukan saat mengikuti program pertukaran pelajar.

Contohnya voulenteer act. Voulenteer act adalah sebuah kegiatan mengajar ke berbagai sekolah di Korea Selatan yang diinisiasi oleh voulenteer club KIT bekerja sama dengan pemerintah kota Gumi, provinsi Gyeongsang Utara Korea Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangkan mahasiswa/i yang sedang aktif menimba ilmu di Korea Selatan dari 31 Agustus – 22 Desember 2014. Mereka meluangkan waktunya untuk mengajar di sekolah-sekolah mulai dari tingkat pendidikan dasar (SD) hingga SMA. Untuk tahun ini, kegiatan voulenteer act tersebut diikuti oleh banyak mahasiswa dari berbagai negara di antaranya Indonesia, China, dan Filiphina.

Dari Indonesia Amanda Julia Isa (mahasiswi Teknik Telkomunikasi), Komang Aditya Respa Putra (mahasiswa sistem informasi), dan Yoga Yustiawan (mahasiswa teknik informatika). Ketiganya merupakan mahasiswa/i yang berasal Telkom University (Tel-U) yang kini sedang mengikuti program pertukaran pelajar ke Kumoh national Institute of Technology (KIT). Ketiganya terpilih setelah melalui proses seleksi oleh pihak The International Programs & Language Education Center Kumoh National Institute of Technology.

“Yang mengejutkan, banyak siswa-siswi yang saya ajar di kelas ternyata mengenal Bali. Tapi tak banyak dari mereka yang tahu Indonesia,”ujar Amanda.

Untuk mengenalkan Indonesia kepada para siswa di negeri ginseng itu, mahasiswa Tel-U secara khusus mempersiapkan aneka pernak-pernik khas Indonesia. “Ada yang bawa wayang, batik, canthing dan lain-lain. Alhamdulillah, rasa ingin tahu mereka terhadap budaya kita tinggi,” katanya.

Mereka, tambah Amanda, juga melakukan presentasi terkait kekayaan budaya Indonesia, termasuk banyaknya perbedaan suku dan bahasa. “Di Korea Selatan paling-paling hanya beda slank saja, di Indonesia kami berbeda bahasa. Dan mereka takjub sekaligus antusias,” kata Amanda lagi.

Amanda berharap egiatan pengabdian masyarakat semacam ini bisa mendorong hubungan baik antar Tel-U dengan KIT. (purel/nando)

Previous Article Next Article

Leave a Reply